Tentunya banyak dari kita yang sangat paham dengan beberapa upaya yang telah dilakukan untuk mengoptimalkan produksi pangan. Seiring pertumbuhan populasi, ada dorongan serius dan berkelanjutan untuk meningkatkan hasil panen dari lahan subur kami yang tersedia. Beberapa dari upaya ini belum terlalu populer di kalangan konsumen (misalnya pestisida, transgenik).
Dengan munculnya teknologi baru dan Internet of Things, para petani menemukan cara baru untuk meningkatkan hasil panen mereka. Untungnya bagi kami, cara-cara baru ini jelas tidak terlalu mengganggu daripada bahan kimia beracun dan manipulasi genetik. Dengan menggunakan sensor dan komunikasi jaringan, para petani menemukan cara untuk mengoptimalkan praktik terbaik yang sudah dikenal untuk meningkatkan hasil dan mengurangi konsumsi sumber daya.
Jika mengejutkan bahwa industri pertanian akan menjadi inovator teknologi, ada baiknya mempertimbangkan bagaimana pertanian dalam banyak hal merupakan tempat uji yang ideal untuk teknologi baru.
Ada beberapa alasan bagus untuk ini:
1. Kemudahan Penerapan
Tidak seperti di industri lain, memasang Hidroponik sensor dan perangkat lain yang terhubung di pertanian bisa relatif mudah dan murah. Dalam lingkungan industri yang berat seperti pabrik atau kilang, teknologi baru harus menggantikan teknologi lama yang tertanam secara menyeluruh dalam infrastruktur produksi. Ada kekhawatiran tentang waktu henti dan pendapatan yang hilang, serta kekhawatiran tentang menemukan produk atau kelompok produk yang tepat untuk diintegrasikan ke dalam ekosistem teknologi yang ada. Pada pertanian biasa, tidak perlu waktu henti, dan biasanya tidak ada kekhawatiran tentang teknologi yang ada yang mungkin tidak kompatibel. Sensor murah yang ditempatkan di berbagai bagian lahan yang dibudidayakan dapat dengan cepat menghasilkan data yang sangat berguna yang dapat ditindaklanjuti tanpa mengganggu satu proses pun.
2. Nilai Instan
Alasan lain mengapa pertanian menyediakan tempat pengujian yang subur untuk teknologi IoT adalah kecepatan dengan nilai dan ROI dapat direalisasikan. Metrik pertanian presisi yang sudah ada sebelumnya dapat diterapkan dengan lebih mudah, memaksimalkan manfaat yang sudah diketahui dari praktik yang sudah ada (mengetahui jenis tanaman apa yang akan ditanam kapan, mengetahui kapan dan berapa banyak yang harus disiram, dll.). Para petani juga telah berhasil mengendalikan hama secara aman dan alami melalui pelepasan pheremones yang cerdas. Tentu saja, ada manfaat yang jelas dan sangat nyata dari penurunan konsumsi sumber daya dan peningkatan hasil. Investasi sederhana dapat memberikan hasil yang terukur dalam satu musim.
3. Nilai berkelanjutan
Dalam penerapan IoT pertanian, praktik yang sama yang memberikan nilai instan akan terus memberikan nilai selama diterapkan. Konservasi air dan pengurangan limbah memberikan nilai berulang, serta peningkatan hasil yang dihasilkan oleh pertanian presisi. Ada juga peluang untuk meningkatkan peralatan yang digunakan petani setiap hari. Gabungan atau traktor yang terhubung dapat merekam informasi berguna tentang pengoperasian dan pemeliharaannya. Ini juga dapat memungkinkan proses tertentu untuk dioptimalkan dan otomatis.
Ada beberapa kekhawatiran nyata tentang kemampuan kita untuk memberi makan populasi kita yang terus berkembang di masa depan. Sementara teknologi kontroversial seperti organisme hasil rekayasa genetika telah membantu meningkatkan produksi pangan, teknik ini tidak begitu populer di kalangan masyarakat umum, beberapa di antaranya telah menyuarakan keprihatinan tentang dampak jangka panjang dari pola makan yang dimodifikasi secara genetik.
Kabar baiknya adalah peningkatan serupa dalam produksi pangan dimungkinkan tanpa perlu memodifikasi pangan; kita hanya perlu memodifikasi proses yang digunakan untuk memproduksinya. Dan ini bukan hanya tentang produksi pangan. Tanaman juga digunakan untuk biofuel dan sebagai bahan baku di bidang manufaktur. Dengan meningkatkan hasil dan mengurangi konsumsi sumber daya, para petani juga memberikan dampak positif pada banyak industri lainnya.
Misalnya, sebuah perusahaan yang berbasis di Colorado bernama Algae Lab Systems membantu petani alga meningkatkan hasil mereka dengan memperkenalkan sensor untuk mengukur faktor lingkungan seperti suhu, pH, dan oksigen terlarut di fotobioreaktor dan kolam alga mereka. Petani alga sekarang dapat terus memantau tanaman mereka dari lokasi mana pun, juga memungkinkan operasi yang lebih besar dan tersebar secara geografis.
No comments:
Post a Comment